*ting!*
Fany: besok malem masih bisa online kan lu? Temenin gue ya?
Queen: okelah, bakal gue temenin kok :)
Yap, Queen remaja yang sedang menikmati dunianya ini sekarang lagi ‘kecanduan’ sama yang namanya internet, apalagi sama yang namanya social network, dia lagi suka banget sama yang namanya chatting, tiap hari kerjaannya pulang sekolah ambil laptop langsung deh main didepan laptop sampai lupa waktu. Tanpa sadar, Queen menemukan dirinya yang beda dengan biasanya, di dunia chatnya dia menemukan dirinya yang tidak pendiam, yang tidak pemalu, dan bisa mencurahkan apapun yang dia katakan, berbeda dengan Queen yang ada didunia nyata, dia cenderung pendiam, pemalu, dan tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dibenaknya. Disalah satu situs chatting yang digunakan Queen yang ada di dunia ini, dia menemukan banyak teman baru, dari berbagai kota dipenjuru Indonesia ataupun di beberapa negara lainnya. Salah satunya Fany tadi, dia adalah salah satu teman Queen didunia maya, dia berasal dari kota Jakarta, Indonesia. Walaupun Fany lebih muda dari Queen, tapi Queen senang ngobrol dengan Fany, mereka bisa nyambung kalau diajak ngobrol. Ada beberapa teman dekat Queen dari beberapa kota lainnya, seperti di Medan, Banjarmasin, Pekanbaru, Surabaya, Malang, dan kota-kota lainnya.
“Queen ayo mandi, udah jam berapa ini? Pegang laptop terus jangan sampai lupa waktu, mau laptopnya mami ambil?” , Queen menatap jam dinding yang ada didalam kamarnya, jarum menunjukan pukul lima sore, pantas saja mami Queen marah-marah tau anaknya belum mandi jam segitu. “Iya mi, ini mau mandi” ,teriaknya dari dalam kamar, sesegera mungkin dia keluar mengambil handuk dan mandi, karena dia harus melanjutkan chatting dengan teman yang sudah menunggunya didunia yang tidak terlihat itu.
“Kamu kalau main laptop jangan sampai lupa waktu lah nak, sisakan waktumu untuk keluar kamar, nonton tv kek, ngobrol sama mami, ngobrol sama kakak adik mu, jangan dikamar terus kerjaannya”
“Iya-iya mi, habis tadi Queen dapet temen baru yang enak diajak ngobrol sih, jadi keterusan deh jadinya” , Queen bergegas masuk kamar dan kembali terhanyut didalam dunia mayanya itu.
*ting!*
someone added you to be your friend
“Ha? Siapa nih? Arya? Hmm, terima aja deh”
Arya invite you to his room chat
*accepted*
*Queen has joined in this room chat*
Arya: Hey
Queen: Hey :)
Arya: Boleh kenalan Queen? :)
Queen: Boleh kok :)
*Eka has joined in this room chat*
Arya: Welcome Eka :D
Eka: Thaks brothaa
Eka: Thaks brothaa
Arya: Eh sorry, lu tinggal dimana Queen?
Eka: Ciyeee Arya, siapa tu?
Queen: Haha gue tinggal di Semarang, situ?
Arya: Shh, ini juga baru kenalan ka. Gue di Medan. Ka, kenalin itu Queen, Queen ini Eka
Queen: Hey Eka :D
Eka: Hey Queen, nice to meet ya^^
Queen: Nice to meet ya too :)
Chatting mereka terus berlanjut, Queen dan Arya ngobrol seperti orang yang sudah kenal lama, aneh memang tapi memang Arya adalah tipe cowok yang bisa mencairkan suasana walaupun orang itu belum dia kenal.
*Fany is online now*
“Yeah, Fany online, mau cerita ah soal arya”
Queen menekan tombol dial di layar monitornya
*Fany accept your call*
“Ada apa Queen? Tumben-tumbenan pake telpon segala, biasanya Cuma chat hahaha”
“Iya nih, gue mau cerita, tadi ada anak Medan ngeadd gue gitu, orangnya enak tau diajak ngobrol, gue nyambung gitu kalau di room chat sama dia”
“Eciyee, dapet gebetan baru nih ceritanya? Hahaha”
“Hus, ngarang lu, baru juga gue kenal, udah ngomongin gebetan-gebetan, apa banget sih lu”
“Idih, canda doang kali Queen, gitu aja ngambek, mana sini kenalin ke gue”
“Iya deh, entar bakal gue kenalin ke lu kok, tenang aja”
“Gue tunggu, cepetan”
*Fany ended this call*
Akhirnya mereka bertiga berada didalam satu ruang chat, mereka mengobrol tanpa batas pembicaraan, Arya mulai memerhatian Queen, dia memberikan tanda-tanda yang bisa Queen baca dengan jelas apa yang yang Arya maksud.
Hari telah larut, Queen mematikan laptopnya, meninggalkan dunia maya yang telah menjadi bagian dari dalam dirinya. Di lain sana Arya ternyata mulai tertarik dengan Queen.
To be continued^^

